Senin, 25 Juni 2012

asuhan kebidanan pada kehamilan dengan gangguan jiwa


MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA KEHAMILAN DENGAN GANGGUAN PENYAKIT JIWA
I.                   PENGUMPULAN DATA (PENGKAJIAN)
v  SUBJEKTIF
A.    Biodata atau identitas klien dan suami
Ø  Nama
            Perlu ditanyakan agar tidak keliru bila ada kesamaan nama dengan klien
Ø  umur
            Perlu ditanyakan untuk mengetahui pengaruh umur terhadap permasalahan kesehatan pasien/klien. Dalam kurun waktu reproduksi sehat, dikenal bahwa usia aman untuk kehamilan dan persalinan adalah 20-30 tahun
Ø  Alamat
            Ditanyakan untuk maksud mempermudah hubungan bila diperlukan bila keadaan mendesak. Dengan diketahuinya alamat tersebut, bidan dapat mengetahui tempat tinggal pasien/klien dan lingkungannya. Dengan tujuan untuk memudahkan menghubungi keluarganya, menjaga kemungkinan bila ada nama ibu yang sama, untuk dijadikan petunjuk saat kunjungan rumah.
Ø  Pekerjaan
            Ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruh pekerjaan terhadap permasalahan kesehatan pasien/klien. Dengan mengetahui pekerjaan pasien/klien, bidan dapat mengetahui bagaimana taraf hidup dan sosial ekonominya agar nasehat bidan sesuai, juga mengetahui apakah pekerjaan mengganggu atau tidak, misalnya bekerja di pabrik rokok, mungkin yang dihisap akan berpengaruh pada janin.



Ø  Agama
            Ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruhnya terhadap kebiasaan kesehatan pasien/klien. Dengan diketahuinya agama pasien/klien, akan memudahkan bidan melakukan pendekatan di dalam melaksanakan asuhan kebidanan.
Ø  Pendidikan
            Ditanyakan untuk mengetahui tingkat intelektualnya. Tingkat pendidikan mempengaruhi sikap perilaku kesehatan seseorang.
Ø  Suku/Ras
            Ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruhnya terhadap kebiasaan kesehatan pasien/klien. Dengan diketahuinya suku/ras pasien/klien, akan memudahkan bidan melakukan pendekatan di dalam melaksanakan asuhan kebidanan.
B.     Riwayat pasien
Ø  Keluhan utama
            Ditanyakan untuk mengetahui perihal yang mendorong pasien/klien datang kepada bidan. Untuk mengetahui keluhan utama tersebut pertanyaan yang diajukan oleh bidan adalah sebagai berikut: “Apa yang ibu rasakan, sehingga ibu datang kemari?”
            Setelah pasien menjawab pertanyaan yang diajukan diatas maka pertanyaan selanjutnya adalah sebagai berikut :
  • Sejak kapan timbulnya gangguan dirasakan?
  • Ceritakan secara kronologis timbulnya gangguan tersebut?
  • Apakah gangguan tersebut hilang timbul? Bagaimana frekuensinya?
  • Dimana letak rasa sakit yang dirasakan? Bagaimana intensitas dan tingkat perawatannya?
  • Apakah ada keluhan lain?
  • Apakah gangguan tersebutmenghalangi kegiatan sehari-hari?
  • Apa yang telah dilakukan untuk mengatasi gangguan kesehatan tersebut? Apakah efektif?
C.    Riwayat pasien
            Untuk mengetahui gambaran tentang keadaan dasar dari organ reproduksi pasien/klien.
Ø  Menarche
            Untuk mengethui usia pertama kalinya mengalami menstruasi.
Ø  Siklus Menstruasi
            Untuk mengetahui jarak antara menstruasi yang dialami dengan menstruasi berikutnya, dalam hitungan hari. Biasanya sekitar 23 sampai 32 hari.
Ø  Volume
            Data ini menjelaskan seberapa banyak darah menstruasi yang dikeluarkan. Kadang kita akan kesulitan untuk mendapatkan data yang valid. Sebagai acuan biasanya digunakan criteria banyak, sedang, sedikit. Jawaban yang diberikan oleh pasien biasanya bersifat subjektif, namun kita dapat kaji lebih dalam lagi dengan beberapa pertanyaan pendukung, misalnya sampai berapa kali mengganti pembalut dalam sehari.
Ø  Keluhan
            Beberapa wanita menyampaikan keluhan yang dirasakan ketika mengalami menstruasi, misalnya nyeri hebat, sakit kepala sampai pingsan, atau jumlah darah yang banyak. Keluhan yang disampaikan oleh pasien dapat menunjuk kepada diagnosis tertentu.
Ø  Menstruasi yang Terakhir
            Untuk mengetahui prediksi waktu mengenai kapan menstruasi yang akan dating



Ø  Dismenorhea
            Untuk mengetahui ketika haid terjadi nyeri atau sulit. Dismenorhea ditandai oleh nyeri mirip kram yang terasa pada abdomen bagian bawah dan kadang-kadang oleh sakit kepala, keadaan mudah tersinggung, depresi mental, keadaan tidak enak badan serta perasaan lelah.
Ø  Keteraturan Menstruasi
            Untuk mengetahui jarak normal keteraturan menstruasi biasanya 23 sampai 32 hari. Apabila terjadi ketidak teraturan menstruasi pada pasien dapat segera dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui factor-faktor penyebabnya.
Ø  Fluor albus
            Untuk mengetahui pada umumnya adanya cairan di dalam vagina bertambah dalam kehamilan tanpa sebab-sebab yang patologis dan sering menimbulkan keluhan. Ganococcus menyebabkan flour seperti nanah, Trichomonasvaginalis menyebabkan flour yang putih berbau, sedangkan candida albicans menyebabkan flour dengan gumpalan putih atau kuning dan menyebabkan gatal yang sangat.
Ø  Gangguan sewaktu Menstruasi
            Untuk mengetahui gangguan apa saja yang dirasakan ketika mengalami menstruasi,misalnya nyeri hebat,sakit kepala sampai pingsan, atau keadaan mudak tersinggung (emosional meningkat). Gangguan yang dialami pasien dapat menunjuk kepada diagnosis tertentu.
D.    Riwayat perkawinan
            Perlu ditanyakan untuk mengetahui pengaruh riwayat perkawinan terhadap permasalahan kesehatan pasien/klien. Berapa kali kawin dan berapa lamanya untuk membantu menentukan bagaimana keadaan alat kelamin ibu. Kalau orang hamil sudah lama kawin, nilai anak tentu besar sekali dan ini harus diperhitungkan dalam pimpinan persalinan (anak mahal)
Hal-hal yang perlu ditanyakan kepada pasien/klien mengenai riwayat perkawinannya adalah :
  1. Kawin :                       …………………..     kali
  2. Usia Kawin Pertama   …………………..     tahun
  3. Status Perkawinan      ……………………    (sah/tidak)
  4. Lama Pernikahan        ……………………    (tahun/bulan)
E.     Riwayat kehamilan dan perkawinan
            Untuk mengetahui adanya masalah-masalah persalinan kehamilan dan nifas yang lalu. Pertanyaan ini mempengaruhi prognosa persalinan dan persiapan persalinan yang lampau adalah hasil ujian-ujian dari segala faktor yang mempengaruhi persalinan. Mencakup :
  1. Jumlah Kehamilan dan kelahiran: G (gravida), P (para), A (abortus), H (hidup)
            Data ini digunakan untuk mengetahui riwayat kehamilan dan kelahiran pasien.
2.      Golongan Darah
            Data ini menjelaskan golongan darah pasien, hal ini dilakukan untuk sumber informasi jika ketika kehamilan atau persalinan mengalami pendarahan penanganan penggantian darah yang keluar melalui transfusi darah lebih cepat dilakukan.
F.     Riwayat persalinan
            Mencakup jarak antara dua kelahiran, tempat melahirkan, lamanya melahirkan, cara melahirkan. Dengan mengetahui riwayat persalinan, melihat kemungkinan yang dapat terjadi pada ibu hamil saat persalinan sekarang dan mengupayakan pencegahannya dan penanggulangannya.  Jika persalinan dahulu terdapat penyulit seperti perdarahan, sectio saesaria, solusio plasenta, plasenta previa kemungkinan dapat terjadi atau timbul pada persalinan sekarang.




Ø  Masalah atau gangguan kesehatan yang timbul sewaktu hamil dan melahirkan
Untuk mengetahui masalah atau gangguan kesehatan yang timbul sewaktu hamil dan melahirkan, jika terdapat penyulit diupayakan pencegahannya dan penanggulangannya.
G.    Riwayat nifas
            Untuk mengetahui adakah penyakit atau kelainan pada masa nifas yang lalu (perdarahan, feloris).
H.    Riwayat kelahiran anak
Ø  Berat bayi sewaktu Lahir
            Untuk mengetahui kondisi bayi apakah sehat atau mengalami trauma lahir dimana hal ini terjadi karena trauma pada bayi akibat tekanan mekanik (seperti kompresi dan traksi) selama preses persalianan. Kejadian ini terjadi pada berat badan bayi lebih dari 4.500 gram.
Ø  Kelainan Bawaan Bayi
Untuk dapat segera melakukan tindakan preventif pada bayi agar tidak memperparah kondisi.
Ø  Jenis Kelamin Bayi
            Untuk mengetahui jenis kelamin bayi sebagai dokumentasi.
·         Status Bayi yang Dilahirkan: hidup atau mati
·         Bila bayi hidup, bagaimana keadaannya sekarang,
·         Bila meninggal, apa penyebab kematiannya
                    
I.       Riwayat ginekologi
            Data ini sangat penting karena akan memberikan petunjuk tentang organ reproduksi pasien. Mencakup: infertilitas, penyakit kelamin, tumor atau kanker sistem reproduksi, operasi ginekologi. Jika didapatkan adanya salah satu atau beberapa riwayat gangguan kesehatan alat reproduksi, maka harus waspada akan adanya kemungkinan gangguan kesehatan alat reproduksi pada masa postpartum.


J.      Riwayat keluarga berencana
            Untuk mengetahui apakah ada efek samping setelah penggunaan kontrasepsi, lamanya menggunakan alat kontrasepsi,  alasan pemakaian serta pemberhentian kontrasepsi (bila tidak memakai lagi), serta keluhan selama memakai alat kontrasepsi. (Depdikbud, 1999).
K.    Riwayat kehamilan sekarang
            Mencakup waktu mendapat haid terakhir, siklus haid, perdarahan pervaginam, fluor, mual/muntah, masalah kelainan pada kehamilan sekarang, pemakaian obat-obatan/jamu. Anamnesa haid serta siklusnya dapat diperhitungkan tanggal persalinan serta memantau perkembangan kehamilannya serta dengan anamnesa ini dapat diketahui dengan segera adanya kelainan / masalah dalam kehamilan dan dapat ditangani dengan segera.
L.     Riwayat penyakit
·         Untuk mengetahui riwayat penyakit yang pernah diderita pasien/klien. Informasi ini penting untuk melihat kemungkinan yang dapat terjadi pada ibu hamil dan mengupayakan pencegahannya dan penanggulangannya. (Depkes RI, 1993:65), misal:
·         Ibu hamil dengan riwayat penyakit gangguan jiwa perlu ditentukan kemungkinan yang akan terjadi pada kehamilannya.
·         Ibu hamil dengan riwayat penyakit hipertensi perlu ditentukan pimpinan persalinan dan kemungkinan bisa menyebabkan transient hipertension.
·         Ibu hamil dengan riwayat penyakit TBC akut kemungkinan bisa menyebabkan kuman saat persalinan dan bisa menular pada bayi.Ibu dengan riwayat DM mempunyai pengaruh terhadap persalinannya dan bayi bisa cacat bawaan, janin besar.
·         Ibu menderita hepatitis kemungkinan besar bayi akan tertular melalui ASI. (Sarwono, 1999:401)






M.   Gambaran penyakit masa lalu
            Setelah mengetahui riwayat penyakit pasien/klien, bidan perlu mengetahui gambaran mengenai riwayat penyakit pasien/klien, misal apakah penyakit tersebut parah/tidak, apakah sudah dilakukan tindakan pada penyakit tersebut, dll. Informasi ini penting untuk melihat kemungkinan yang dapat terjadi pada ibu hamil dan mengupayakan pencegahan dan penanggulangannya.
N.    Riwayat penyakit keluarga
            Data ini diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh penyakit keluarga terhadap gangguan kesehatan ibu dan janinnya. Penyakit keluarga yang perlu ditanyakan mencakup  penyakit gangguan jiwa,penyakit kanker, jantung, hipertensi, diabetes, ginjal, jiwa, kelainan dibawa lahir, kehamilan kembar atau lebih, TBC, epilepsy, penyakit darah, alergi, penyakit yang menyebabkan kematian bagi bapak atau ibu yang telah meninggal.
O.    Keadaan sosial budaya
            Untuk mengetahui keadaan psikososial pasien atau klien perlu ditanyakan antara lain :
·         Jumlah anggota keluarga
·          Dukungan materiil dan moril yang didapat dari keluarga.
·         Kebiasaan-kebiasaan yang menguntungkan kesehatan.
·         Kebiasaan yang merugikan kesehatan










v  OBJEKTIF
            Untuk mengetahui keadaan setiap bagian tubuh dan pengaruhnya terhadap kehamilan untuk diupayakan pencegahan dan penanggulangannya.
A.    Pemeriksaan  Keadaan Umum
Ø  Postur tubuh
            Untuk mengetahui perubahan pada tubuh seperti gemuk atau kurus, tinggi atau pendek, perut tampak lebih besar atau tidak daan sebagainya.
Ø  Gerakan tubuh
            Untuk mengetahui cara berjalan, berdiri, duduk, berbicara, posisi anggota badan, lemah, menggigil, sesak, dan sebagainya.
Ø  Ekspresi wajah
            Untuk mengetahui ekspresi gembira, sedih, kesakitan, ketakutan, pucat, ketuaan, dan sebagainya pada ibu hamil
Ø  Berat dan Tinggi Badan
Tujuan pengukuran berat dan tinggi badan adalah untuk memeastikan kesan umum terhadap tubuh pasien/klien, terutama mengenai derajat kegemukannya. Pasien/klien yang gemuk atau kurus memberikan kemungkinan lebih mudah mengidap penyakit. Barat badan dicatat dalam ukuran kilogram, dan tinggi badan dalam ukuran sentimeter (cm).
Ø  Pengukuran Temperatur, Tekanan Darah, dan Denyut Nadi
B.     Pemeriksaan khusus
1.      Secara inspeksi
            Yaitu pemeriksaan pandang yang di mulai dari kepala sampai kaki.yang di nilai adalah kemungkinan bentuk tubuh yang normal, kebersihaNn kulit, rambut, muka, konjungtiva, sclera, hidung dan telinga, mulut apakah ada karies stomatitis, karang gigi, leher apakah ada pembesaran kelenjer gondok, payu dara apakah simetris kiri dan kanan, keadaan putting susu menonjol atau tidak, colostrums ada atau tidak, perut membesar sesuai dengan tua kehamilan, apakah ada bekas luka operasi, vulva apakah bersih, ada varises atau tidak, oedema dan pengeluaran dari vagina. Anus apakah ada hemoroid, extremitas atas dan bawah apakah ada kelainan.


2.      Secara palpasi
            Dengan menggunakan cara Leopold, kemungkinan yang ditemukan ialah:
Leopold 1        : Tinggi fundus uteri dalam cm, pada fundus kemungkinan teraba bagian kepala,                                          
                           Bokong atau lainnya
Leopold 11      : Pada dinding perut klien sebelah atau kanan kemungkinan teraba punggung,
                          Anggota gerak atau bokong, kepala.
Leopold 111    : Pada bagian terbawah kemungkinan teraba kepala, bokong ataupun yang lain.
Leopold 1V     : Kemungkinan bagian terbawah janin telah masuk pintu atas panggul dan                                         
                          Seberapa masuknya dihitung dengan perlimaan jari.
3.      Pemeriksaan : auskultasi / palpasi
Tidak dilakukan
4.      Secara perkusi
Kemungkinan reflek patella kiri dan kanan positif
5.      Pemeriksaan tafsiran berat badan janin ( TBJ)
                        Kemungkinan berat badan janin normal, dengan menggunakan rumus:
( TFU dalam cm – 13 ) x 155 Kemudian ditambah 375 untuk lingkaran abdomen yang lebih dari 100 cm.
6.      Pemeriksaan penunjang
Dilakukan pemeriksaan Hb







II.INTERPRETASI DATA DASAR
            Pada langkah ini, bidan menganalisa data dasar yang diperoleh pada langkah pertama, menginterpretasikannya secara akurat dan logis, sehingga dapat merumuskan diagnose atau masalah kebidanan.
            Di dalam diagnosa unsur – unsur berikut perlu dicantumkan yaitu:
Ø  Keadaan Pasien (ibu)
            Keadaan pasien dicantumkan untuk membantu merumuskan masalah (diagnosa)
Ø  Keadaan Janin
            Keadaan janin dicantumkan untuk membantu merumuskan masalah (diagnosa)
Ø  Masalah Utama dan Penyebabnya
            Masalah dirumuskan bila bidan menemukan kesenjangan yang terjadi pada respon ibu terhadap kehamilannya. Tujuan mengetahui masalah utama dan penyebab adalah melakukan pengkajian lebih lanjut untuk diberikan intervensi khusus, baik berupa dukungan/penjelasan/tindakan/follow up/rujukan.Masalah Utama dan Penyebabnya:
Ø  Gangguan aktifitas
Dasar :  ketidakmampuan melakukan aktifitas normal
Ø  Gangguan rasa nyaman
Dasar : perubahan nafsu makan dan pola tidur,     
               Ibu mengatakan cepat lelah
Ø  Gangguan makanan dan cairan
Dasar : Ibu mengalami penurunan nafsu makan
Ø  Gangguan eliminasi
Dasar : menurunnya pengeluaran urine


III. MENGANTISIPASI MASALAH (IDENTIFIKASI)
            Langkah ini merupakan langkah antisipasi, sehingga dalam melakukan asuhan kebidanan, bidan dituntut untuk mengantisipasi permasalahan yang akan timbul dari kondisi yang sudah ada/sudah terjadi.Masalah Potensial yang terjadi:
a)      stress antepartum.
b)      depresi postpartum
c)      gangguan kesehatan mental pada sianak nantinya jika sudah lahir
IV. MENETAPKAN KEBUTUHAN (TINDAKAN SEGERA)
            Pada tahap ini bidan mengidentifiksi perlunya tindakan segera, baik tindakan intervensi, tindakan konsultasi, kolaborasi dengan dokter atau rujukan berdasarkan kondisi klien.Langkah keempat mencerminkan kesinambungan dari proses penatalaksanaan kebidanan dalam kondisi emergensi, berdasarkan hasil analisa data bahwa klien membutuhkan tindakan segera untuk menyelamatkan ibu dan bayinya.
1)      Depresi
Penanganan yang dilakukan:
·         Harus kita hadapi dengan sikap serius dan mengerti
·         Hendaknya jangan menghibur,memberi harapan palsu,bersikap optimis dan bergurau karena akan meperbesar rasa tidak mampu dan rendah diri
·         Untuk mengatasi dengan cepat,gunakan obat obat penenang


2)      Psikoneurosa

            Penanganan yang dilakukan dalam psikoterapi,psikolog,konselor dan ahli terapis yag berusaha meyusun terapi psikologis ang beragam untuk pengobatan yang disesuaikan dengan kepribadian klien .penerapan metode dengan secara personal maupun group(perkelompok).psikiater berusaha mengkombinasi pengobatan medis dan psikoterapi secara bersamaan.perlu untuk diketahui bahwa tidak ada pengobatan jenis gangguan kecemasan ini hanya menggunakan  satu cara saja,dibutuhkan lebih kombinasi untuk menyembuhkan gangguan kompleks ini.


3)      psikosa  

            Penanganan yang dilakukan:

·         Konsultasikan dengan dokter,psikiater,psikolog,dan tdengan tenaga kesehatan lainnya.

·         Sejak pemeriksaan kehamilan pertama kali dengan tenaga medis haus dengan kesabaran meyakinkan calon ibu bahwa peristiwa kehamilan dan persalinan merupakan hal yang normal dan wajar.
·         Ajarkan dan berikan latihan latihan untuk dapat menguasai otot otot istirahat dan pernafasan
·         Hindari kata kata dan komentar yang dapat mematahkan semangat si ibu.
·         Hindari komentar   suatu kasus dan gelak tawa
                        V. MENYUSUN RENCANA TINDAKAN
Ø  Rencana Kegiatan
            Tujuan di dalam rencana kegiatan ini adalah untuk menunjukkan perbaikan-perbaikan yang diharapkan.Perencanaan tindakan yang mungkin dilakukan antara lain:
·         Cegah gangguan penyakit jiwa dalam kehamilan
·         Nilai kebutuhan perawatan dan pencegahan penyakit gangguan jiwa
·         Siapkan perawatan yang maksimal selama kehamilan
·         Kembalikan keadaan ibu Konseling pra hamil untuk mendeteksi penyakit gangguan jiwa dalam kehamilan
·         Hindari berhalusinasi
·         Lingkungan rumah baik fisik dan psikologi yang menunjang
·         Kolaborasi dangan dokter spesialis kebidanan,psikiater,dan psikolog

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar